*Warga Muslim Kampung Bugis Bali Hibahkan Tanah Strategis untuk Asrama Haji*
Denpasar, MINA – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, secara simbolis menerima hibah tanah dari warga muslim Kampung Bugis, Bali, pada Kamis (18/12).
Prosesi penyerahan dilakukan langsung di lokasi hibah, dengan nuansa adat khas Kampung Bugis. Tanah tersebut diwakafkan khusus untuk dimanfaatkan sebagai lahan pembangunan asrama atau wisma haji bagi jamaah di Provinsi Bali.
Lahan seluas 1.920 meter persegi itu diserahkan langsung Kepala Dusun Kampung Bugis, H. Umar Fatah. Penyerahan berlangsung dengan disaksikan para tokoh warga muslim Kampung Bugis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, H. Mahmudi, serta para Kepala Kantor Kemenhaj kabupaten/kota se-Provinsi Bali. Dalam kesempatan itu, Umar Fatah menyampaikan harapan agar rencana pembangunan asrama haji dapat segera diwujudkan oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Suasana kebersamaan tampak kuat dalam kegiatan yang berlangsung di Banjar Batankendal, Suwung, Sesetan, Denpasar Selatan. Pengamanan acara dilakukan secara bersama oleh Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), mencerminkan soliditas antarorganisasi Islam dalam mendukung agenda keumatan.
Kepala KUA Kecamatan Denpasar Selatan, H. Azizzudin, menilai kebersamaan tersebut sebagai cerminan dukungan penuh umat Islam setempat terhadap pembangunan asrama haji di Bali, khususnya di wilayah Denpasar Selatan.
"Insya Allah ini awal yang baik untuk mendukung mewujudkan cita-cita setiap umat Islam menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali, H. Mahmudi, atas jariyah yang diberikan warga muslim Kampung Bugis. Ia menegaskan, lokasi lahan yang dihibahkan memiliki nilai strategis yang tinggi.
"Kemaren kami sudah konsultasi dengan Kanwil DJKN, nilai aset di sini bisa mencapai Rp1-2 miliar per 100 M2. Berarti lahan di sini bernilai lebih dari Rp 30 miliar,” jelasnya.
Mahmudi menambahkan, dengan nilai ekonomi sebesar itu, lahan tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan komersial oleh generasi muda Kampung Bugis. Namun, amanah leluhur menjadi pertimbangan utama warga.
"Subhanallah, saya sampai merinding, demi menjalankan amanah leluhur, mereka tetap menghibahkan tanah tersebut untuk kami dan kami punya kewajiban untuk segera merealisasikannya. Mohon doanya,” pungkasnya.[]